PERINTAH AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR ( Telaah QS. Al-Hajj Ayat 41 )


PERINTAH AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR

( Telaah QS. Al-Hajj Ayat 41 )

Dosen Pengampu : H.A.UBAEDI FATHUDDIN, Lc, MA

 

 

 

 

 

 

 

Disusun Oleh :

1.         Nita Eviana                        : 2021110217

  1. 2.         Indah Rediana                  : 2021110205
  2. 3.         Kurnia Hidayati                : 2021110206
  3. 4.         Ulva Riskilah                     : 2021110195

Kelompok 12

KELAS E

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) PEKALONGAN

2011

 

 

 

 

 

PEMBAHASAN

 

  1. A.      Perintah Amar Ma’ruf Nahi Munkar ( QS. Al-Hajj ayat 41)

t

(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.

 

  1. B.       Asbabun Nuzul

Ibnu abbas mengatakan tentang Asbabun Nuzul ayat ini. “ Tatkala Rasulullah SAW. Di usir dari mekkah Abu Bakar berkata “ Mereka telah mengusir Nabi, mereka sesungguhnya kita kepunyaan Allah, sesungguhnya kita kembali pada-Nya benar-benar hancurlah kaum itu.” Maka Allah SWT menurunkan ayat ini yang artinya : Di izinkan (berperang) kepada orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka dizalimi. Dan sungguh Allah Maha Kuasa Menolong mereka itu. Abu Bakar berkata : Maka tahulah aku Sesungguhnya aka nada peperangan.’ ( Riwayat Ahmad At-Tarmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majjah).[1]

  1. C.      Hadits Pendukung

أ. عن ابى سعيد الحد رى رضي الله عنه قا ل : سمعت رسو ل الله ص.م يقو ل : من را ى منكم منكرا فليغيره بيده وان لم يستطع فبلسا نه فا ن لم يستطع فبقلبه وذ لك اذعف اليمان .

Artinya : Dari Abu Sa’id al Khudriy ra, ia berkata : saya mendengar Rasulullah SAW beesabda : “ Siapa saja diantara kalian melihat kemungkaran, maka rubahlah dengan tanganya, apabila ia tidak mampu, maka Rasulullah dengan lisanya, bila ia tidak mampu rubahlah hatinya, dan itu adalah paling lemahnya iman.” (HR. Muslim).[2]

 

  1. D.            Penjelasan Tafsir

 

  1. 1.    Tafsir Al-Azhar ( Nita Eviana : 2021110217)

Dalam suratAl Hajj ayat 41, yang artinya :(yaitu) Orang-orang yang apabila kemi kokohkan mereka di bumi.” Dapat diartikan telah Kami tolong dan berhasil perjuangan mereka melawan kedhaliman itu,” mereka mendirikan sholat dan memberikan zakat .” Dengan susunan ayat ini bukanlah berarti bahwa mereka mau mendirikan sholat dan kokoh di muka bumi, atau setelah mereka menang menghadapi musuh-musuhnya, bahkan sejak semula perjuangan keyakinan dan keimanan kepada Tuhan itulah pegangan teguh mereka. Dalam pengalaman kita dimasa perjuangan melawan penjajahan belanda, pada umumnya orang shalih dan taat sembahyanglima waktu mereka kerjakan dengan tekun. Zakat mereka berikan. Tetapi setelah kedudukan kokoh di muka bumi prang mulai melalikan agama.

“Dan mereka menyuruh berbuat yang ma’ruf.” Maka timbullah berbagai anjuran agar sama-sama berbuat yang ma’ruf. Artinya yang ma’ruf ialah anjuran-anjuran atau perbuatan yang diterima baik dan disambut dengan segala senang hati oleh masyarakat ramai. Betambah banyak anjuran kepada yang ma’ruf bertambah majulah masyarakat.

“Dan mereka mecegah dari berbuat yang munkar.” Artinya yag munkar adalah segala anjuran atau perbuatan yang masyarakat bersama tidak senang melihat atau menerimanya, karena tidak sesuai dengan garis-garis kebenaran.

“Dan kepada Alah jualah akibat dari segala urusan.” ujung ayat 41) Artinya walau bagaimanapun keadaan yang dihadapi, baik ketika lemah yang menghendaki kesabaran, atau menghadapi perjuangan yang amat sengit dengan musuh karena mempertahankan ajaran Alah atau seketika kemenangan telah tercapai, sekali-kali jangan lupa, bahwa keputusan terakhir adalah pada Allah SWT jua.[3]

  1. 2.    Tafsir Al Maragi ( Indah Rediana : 2021110205)

Orang-orang yang diusir dari kampung halamannya ialah orang-orang  yang apabila kami meneguhkan kedudukan mereka didalam negeri, lalu mereka mengalahkan kaum musrikin. Lalu , mereka taat ke[pada Allah, mendirikan sholat seperti yang diperintahkan kepada mereka, mengeluarkan zakat harta yang telah diberikan kepada mereka, menyeru manusia untuk mentauhidkan Allah dan taat kepada-Nya, menyuruh orang untuk mengerjakan apa yang diperintahkan oleh syari’at. Dan melarang melakukan kemusrikan, serta kejahatan.

Ringkasan : Mereka adalah Orang-orang yang menyempurnakan dirinya dengan menghadirkan Tuhan dan menghadapkan diri Kepada-Nya didalam shalat menurut kemampuannya dan mereka dengan menolong  orang-orang fakir dan yang butuh pertolongan diantara mereka. Disamping itu, mereka menyempurnakan orang lain dengan memberikan sebagian ilmu dan adabnya, serta mencegah berbagai kerusakan yang menghambat orang lain untuk mencapai akhlak dan adab yang luhur.

Kemudian , Allah menjanjikan akan meninggikan kalimat-Nya dan menolong para penolong agama-Nya :

 

والله عا قبة الامور

Kepada Allah lah segala urusan dikembalikan, apakah dia akan membalasnya dengan pahala ataukah dengan siksa di negeri akhirat.

Senada dengan ayat tersebut. Ialah firman Allah :

والعاقبة للمتقين

 “ Dan sesudah yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS. Al-A’raf. 7 : 128).[4]

  1. 3.    Tafsir al-Misbah (Kurnia Hidayati : 2021110206)

Ayat-ayat QS-Al Hajj ayat 41 menerangkan bahwa mereka itu adalah orang-orang yang jika kami anugerahkan kepada kemenangan dan kami teguhkan kedudukan mewreka dimuka bumi, yakni kami berikan mereka keleluasaan mengelola suatu wilayah dalam keadaan mereka merdeka dan berdaulat niscaya mereka yakni masyarakat itu melaksanakan shalat secara sempurna rukun, syarat dan sunnah-sunnahnya dan mereka uga menunaikan zakat sesuai kadar waktu, sasaran dan cara penyuluran yang ditetapkan oleh Allah, serta mereka menyuruh anggota-anggota masyarakat agar berbuat yang ma’ruf, yani nilai-nilai luhur serta adat istiadat yang diakui baik dalam masyarakat itu, lagi tidak bertentangan dengan nilai-nilai ilahiah dan mereka mencegah dari yang munkar, yakni yang nilai buruk lagi diingkari oleh akal sehat masyarakat, dan kepada Allah-lah kembali segala urusan, Dialah yang memenagkan siapa yang hendak dimenangka-Nya dan Dia pula yang menjatuhkan kekalahan bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia pula yang menentukan masa kemenangan dan kekalahan itu.

Ayat diatas mencerminkan sekelumit dari cirri-ciri masyarakat yang diidamkan islam, kapan dan dimanapun dan yang telah terbukti dalam sejarah melalui masyarakat Nabi Muhammad SAW. Dan para sahabat beliau.

Masyarakat itu adalah yang pemimpin-pemimpin dan anggota-anggotanya dinilai kolektif bertakwa, sehingga hubungan mereka dengan Allah SWT. Baik dan jauh dari kekejian dan kemunkaran, sebagaimana dicerminkan oleh sikap mereka yang selalu melaksanakan shalat dan harmonis pula hubungan anggota masyarakat, termasuk antara kaum yang punya dan lemah yang dicerminkan oleh ayat diatas iringan menunaikan zakat. Disamping itu mereka juga menegakkan nilai-nilai yang dianut masyarakat, yaitu nilai-nilai ma’ruf dan mencegah perbuatan yang munkar. Pelaksanaan kedua hal tersebut menjadikan masyarakat melaksanakan control social, sehingga mereka saling mengingatkan dalam hal kebajikan, serta mencegah terjadinya pelanggaran.[5]

  1. 4.    Tafsir Ibnu Katsir (Ulva Rizkililah : 20211102195)

Menurut Abu Al Aliyah, orang yang menyebutkan alam ayat ini iaah para sahabat Muhammad SAW. Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Utsman bin Affan, dia berkata : “ Mengenai kamilah ayat,orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka dimuka bumi ini susunkan kami diusir dari kampung halaman kami sendiri tanpa alasan yang benar, kecuali karna kami mengatakan bahwa Tuhan kami adalah Allah, kemudian kami diteguhkan di bumi, lalu kami mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang munkar, kepunyaan Allah kemudahan segala perkara. Jadi ayat ini diturunkan berkenan dengan aku dan para sahabatku.

Ash-Shahab bin Suwadah al Kindi berkata, “Aku mendengar Umar Bin Abdul Aziz berkhutbah. Dia membaca ayat “Orang-orang yang kami teguhkan kedudukan mereka dibumi, kemudian berkata.” Ketahuilah, ayat ini bukan hanya ditujukan kepada pemimpin semata, namun ditujukan kepada pemimpin dan rakyatnya. Ketahuilah, aku akan memberitahukan kepadamu kewajiban pemimpin kepada rakyatnya dan kewajiban rakyat kepada pemimpinnya. Sesungguhnya yang mejadi hak kamu dan kewajiban pemimpin ialah memperlakukan amu dengan ketentuan Allah yang telah diwajibkan atasmu, memperlakukan sebagian kamu karena sebagian yang lain dengan ketentuan Allah dan menunjukkan kamu kepada jalan yang lurus sesuai dengan kemampuan pemimpin. Adapun kewajiban kamu adalah mentaati pemimpin tanpa terpaksa dan tidak bertentangan antara ketaatan perkataan dan perbuatan dengan ketaatan hati.

Zaid bin Aslam berkata, “ Dan kepada Alah lah kembali segala urusan berarti pada sisi Allah lah pahala atas apa yang telah mereka lakukan.[6]

 

  1. E.       Kesimpulan Tafsir

 

  1. 1.      Tafsir Al-Azhar ( Nita Eviana : 2021110217)

Dari penafsiran diatas, maka dapat disimpulkan behwa kita sebagai kaum muslimin untuk selalu berbuat baik, sebab dengan perbuatan yang baik agama islam akan tetap kokoh, dan mencegah dari perbuatan yang munkar, karena hal itu dapat memecah belah sesama muslim, perbuatan-perbuatan yang baik itu misalnya Shalat, Zakat,menolong orang lain yang membutuhkan. Dari contoh perbuatan ma’ruf tersebut, maka akan terjadi keseimbangan hubungan dengan Allah SWT dan dengan sesama manusia.

  1. 2.      Tafsir Al Maragi ( Indah Rediana : 2021110205)

*) Dari keterangan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa  dalam keadaan apapun baik dalam mendapatkan kemenangan ataupun kekalahan, seperti yang dicontohkan pada masyarakat masa Nabi Muhammad SAW danParaSahabat-sahabat beliau. Manusia harus melaksanakan sholat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah perbuatan munkar.

*) Dengan shalat maka akan lebih mendekatkan diri kepada Allah, menauhkan diri dari kemungkaran, menunaikan zakat dengan memberikan sebagian harta yang dimiliki untuk orang yang kurang mampu. Berarti juga telah menjalin hubungan yang baik antara orang yang mampu/punya dengan orang yang kurang punya, menyuruh berbuat yang ma’ruf, dengan menjaga dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur, adat istiadat, budaya yang diakui dalam masyarakat selama tidak bertentangan dengan nila-nilai keagamaan, mencegah yang munkar, dengan cara menghindari dan mencegah segala sesuatu yang dinilai tidak baik/buruk dalam masyarakat dan juga dinilai dari kacamata agama. Saling mengingatkan dalam segala kebajikan dan salig mencegah terjadinya perbuata yang munkar. Segala urusan yang kita lakukan, semuanya ditujukan hanyalah kepada Allah, dan Allah lah yang akan menentukan kekalahan kemenangan. Yang akan membalas dengan pahala ataupun dengan siksa.

  1. 3.      Tafsir al-Misbah (Kurnia Hidayati : 2021110206)

Dalam penafsiran QS. Al-Hajj ayat 41 dapat ditarik kesimpulan bahwa masyarakat yang diidam-idamkan islam adalah masyarakat pada masa Nabi Muhammad SAW, dan para Sahabat-sahabatnya. Yaitu msayarakat yang pemimpin-pemimpinya dinilai kolektif bertakwa. Orang-orang-orang yang mempunyai hubungan baik dengan Alah SWT. Sehingga perbuatan mereka baik dan jauh dari kekejian serta kemunkaran. Perbuatan baik mereka dicerminkan dengan selalu melaksanakan shalat, menjalin hubungan yang harmonis dengan anggota masyarakat, termasuk dalam semua kaum. Baik kaum berpunya ataupun kaum lemah. Yang lebih penting lagi, mereka menegakkannilai-nilai kebaikan yaitu kaum lemah. Yang lebih penting lagi, mereka menegakkan nilai-nilai kebaikan yaitu nilai-nilai ma’ruf dan mencegah perbuatan yang munkar, yaitu perbuatan buruk.

Lalu pelaksanaan kedua hal tersebut, dijadikan sebagai suatu control social dalam suatu masyarakat, sehingga mereka saling megingatkan dalam hal kebaikan serta saling mecegah terjadinya pelanggaran. Semoga masyarakat kita dapat meniru hal hal baik seperti yang dicontohkan masyarakat pada masa Nabi Muhammad SAW dan para sahabat-sahabat beliau. Amiin .

  1. 4.      Tafsir Ibnu Katsir (Ulva Rizkililah : 20211102195)
  2. Dari penafsiran QS. Al-Hajj ayat 41, dapat ditarik kesimpulan bahwa salah satu perbuatan para sahabat dalam membela keimanan mereka yakni mengakui ke Esa an Allah SWT dan tetap teguh menjalankan syariat agama islam, seperti halnya shalat, dan zakat. Meskipun pada hakikatnya, apa yang mereka / para sahabat lakukan mendapat kecaman dan tantangan yang tidak mudah, tetapi mereka tetap teguh pendirianya dan tetap menyakini Allah SWT sebagai Tuhan mereka.
  3. Ayat ini juga ditujukan kepada para pemimpin dan juga kepada yang dipimpin, yakni rakyat, disini tersirat bahwa seorang pemimpin dilarang bertindak sewenang-wenang, tetapi sebagai seorang pemimpin harus bias mengayomi dan sebisa mungkin mensejahterakan rakyatnya, yakni tidak terpendam rasa tidak suka / terpaksa dalam hati mereka dalam melaksanakan apa yang menjadi hak dan kewajiban mereka terhadap pemimpin sebagai rakyat yang dipimpin.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

  • Al-Maragi, Ahmad Mustafa. Tafsir Al-Maragi, Juz XVII, (Semarang: Toha Putra, 1993)
  • Ar-Rifa’i, Muhammad Najib. Tafsir Ibnu Katsir. Jilid 3
  • Al-Qur’an Bayan
  • Hamka, Tafsir Al-Azhar ( Jakarta: Pustaka Panjimas, 1982)
  • Imam Nawawi. Terjemah Riyadhus Shalihin. Jakarta : Pustaka Amani. 1996.
  • Shihab, M.Quraisy, Tafsir Al Misbah, (Jakarta: Lentera Hati, 2002)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


[1]Al-Qur’anul Bayan. ( Jakarta : Bayan, 1996) hlm. 337.

[2] Imam Nawawi, Terjemahan Riyadus Shalihin, ( Jakarta: Pustaka Amani, 1996) hlm. 212.

[3] Hamka, tafsir Al-Azhar ( Jakarta: Pustaka Panjimas, 1982), Juz XVII, h. 177

[4] Ahmad Mustafa Al-Maragi, Tafsir Al-Maragi, Juz XVII, (Semarang: Toha Putra, 1993 Hal, 209-210.

[5] M.Quraisy Shihab, Tafsir Al Misbah, (Jakarta: Lentera Hati, 2002),hlm, 71-75

[6] Muhammad Nasib Ar-Rifa’I, Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir, Penerjamah Shihabudin,(Jakarta: Gema Insani, 2004), hlm,. 379.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: