LATAR BELAKANG ILMU PENGETAHUAN


MAKALAH

LATAR BELAKANG ILMU PENGETAHUAN

Disusun guna memenuhi tugas

Mata kuliah                 : Metode Penelitian

Dosen Pengampu        : Drs. M. Slamet Untung, M.Ag.

Disusun Oleh :

  1. Kurnia Hidayati                                  2021110206
  2. Salafuddin                                          2021110207
  3. M. Bagus Yudistira                             2021110214
  4. Dewi Riska Khodijah                         2021110219

 

 

Kelas E

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI ( STAIN ) PEKALONGAN 2011

BAB I

PENDAHULUAN

Ilmu pengetahuan pada dasarnya lahir dan berkembang sebagai konsekuensi dari usaha-usaha manusia baik untuk memahami realitas kehidupan dan alam semesta maupun untuk menyelesaikan permasalahan hidup yang dihadapi, serta mengembangkan dan melestarikan hasil yang sudah dicapai oleh manusia sebelumnya. Usaha-usaha tersebut terakumulasi sedemikian rupa sehingga membentuk tubuh ilmu pengetahuan yang memiliki strukturnya sendiri.

Struktur tubuh ilmu pengetahuan bukan barang jadi dan mapan, karena struktur tersebut selalu berubah seiring dengan perubahan manusia baik dalam mengidentifikasika dirinya, memahami alam semesta maupun dalam cara mereka berpikir.

Ilmu pengetahuan adalah suatu sistem dari pelbagai pengetahuan yang masing-masing mengenai suatu lapangan pengalaman tertentu, yang disusun sedemikian rupa menurut asas-asas tertentu, hingga menjadi kesatuan, suatu sisitem dari pelbagai pengetahuan yang masing-masing didapatkan sebagai hasil pemeriksaan-pemeriksaan yang dilakukan secara teliti dengan memakai metode-metode tertentu.

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A.    Motif-Motif Perkembangan Ilmu Pengetahuan
    1. Definisi Ilmu Pengetahuan

Ilmu merupakan pengetahuan yang mempunyai karakteristik tersendiri. Pengetahuan diartikan secara luas yang mencakup segenap apa yang kita ketahui tentang suatu objek.[1]

Ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.[2]

Sifat-sifat ilmu pengetahuan adalah bersifat akumulatif, mutlak, dan objektif. Adapun ciri-ciri umum daripada ilmu, yaitu:

  1. Rasional
  2. Empiris
  3. Umum
  4. Akumulatif[3]

Syarat-syarat ilmu adalah sebagai berikut:

  1. Objektif.

Ilmu harus memiliki objek kajian yang terdiri dari satu golongan masalah yang sama sifat hakikatnya, tampak dari luar maupun bentuknya dari dalam.

  1. Metodis

Adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam mencari kebenaran.

  1.  Sistematis.

Dalam perjalanannya mencoba mengetahui dan menjelaskan suatu objek, ilmu harus terurai dan terumuskan dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu , dan mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat menyangkut objeknya.

  1. Universal.

Kebenaran yang hendak dicapai adalah kebenaran universal yang bersifat umum (tidak bersifat tertentu). [4]

  1. Motif-Motif Ilmu Pengetahuan

Pengetahuan berkembang dari rasa ingin tahu yang merupakan ciri khas manusia karena manusia adalah satu-satunya makhluk yang mengembangkan pengetahuan secara sungguh-sungguh.

Manusia mengembangkan pengetahuannya untuk mengatasi kebutuhan-kebutuhan kelangsungan hidup ini. Dia memikirkan hal-hal baru, namun lebih dari itu manusia mengembangkan kebudayaan, manusia memberi makna kepada kehidupan, manusia memanusiakan diri dalam hidupnya. Dan masih banyak lagi pernyataan semacam ini, semua itu pada hakikatnya menyimpulkan bahwa manusia dalam hidupnya mempunyai tujuan tertentu dalam hidupnya yang lebih tinggi dari sekedar kelangsungan hidupnya.

Inilah yang menyebabkan manusia mengembangkan pengetahuan dan pengetahuan ini juga yang mendorong manusia menjadi makhluk yang bersifat khas di muka bumi. Motif-motif perkembangan ilmu pengetahuan oleh manusia disebabkan dua hal utama, yakni:

  1. Manusia mempunyai bahasa yang mampu mengomunikasikan informasi dan jalan pikiran yang melatarbelakangi informasi tersebut.
  2. Manusia mampu mengembangkan pengetahuannya dengan cepat dan mantap karena kemampuan berpikir menurut suatu alur kerangka berpikir tertentu.[5]

 

 

  1. B.     Tugas-Tugas Ilmu Pengetahuan

Tugas-tugas Ilmu Pengetahuan dan Penelitian

  1. Menyandra (deskripsi)

Menggambarkan secara jelas dan cermat, hal-hal yang dipersoalkan.

Contoh : terjadi kecelakaan di jalan Juanda.

  1. Menerangkan (Eksplanasi)

Menerangkan secara detil kondisi-kondisi yang mendasari terjadinya peristiwa.

Contoh : kecelakaan itu disebabkan:

Melibatkan dua buah bis yang sarat penumpang

Keduanya sama-sama kencang

Jalanan licin sehabis hujan.

  1. Menyusun teori

Mencari dan merumuskan hukum-hukum, tata hubungan antara peristiwa yang satu dengan yang lain. Contoh :

-          Bila kendaraan dijalankan kencang terlebih di jalan licin maka akan terjadi kecelakaan.

-          Bila kecelakaan melibatkan kendaraan yang penuh penumpang, maka akan banyak korban.

  1. Ramalan (Prediksi)

Membuat prediksi (ramalan), estimasi (taksiran) dan proyeksi mengenai peristiwa yang bakal muncul bila keadaan didiamkan. Contoh :

-          Bila didiamkan semakin banyak terjadi kecelakaan

-          Tempat itu dianggap rawan (dikeramatkan)

  1. Pengendalian (Kontrol)

Melakukan tindakan-tindakan guna mengatasi keadaan atau gejala yang bakal muncul. Contoh:

-          Memasang rambu lalu lintas

-          Membuat/memasang lampu penerangan[6]

  1. C.    Postulat-Postulat Pokok Tentang Alam Semesta

Postulat adalah adalah asumsi yang menjadi pangkal dalil yang dianggap benar tanpa perlu membuktikannya atau anggapan dasar.

Postulat – postulat tentang Alam Semesta antara lain:

  1.  Postulat Jenis

Postulat jenis  adalah menentukan bahwa gejala yang ada di alam ini mempunyai kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaan. Adanya perbedaan-perbedaan akan menentukan aneka ragam jenis dan kesamaan gejala yang akan mewujudkan rumpun sejenis.

Contohnya, air dan minyak berbeda tapi sejenis, batu dan besi walau berbeda tetapi sejenis.

  1. Postulat Keajegan

Postulat ini beranggapan bahwa gejala-gejala alam mempunyai kecenderungan untuk mempertahankan sifat-sifat hakikat dalam keadaan dan waktu tertentu. Gejala-gejala alam dan sosial sifatnya tidak mutlak atau dapat berubah-ubah. Perubahan kemutlakan gejala alam relatif lebih kecil daripada gejala-gejala sosial.  Contohnya, matahari terbit disebelah timur adalah postulat keajegan karena kita menyaksikan bahwa disepanjang hidup kita matahari selalu terbit disebelah timur.[7]

  1.  Postulat Sebab Akibat

Postulat ini menganggap bahwa semua kejadian dalam alam semesta ini terikat pada hubungan kausal (sebab akibat). Benda jatuh karena gaya gravitasi bumi, mengantuk karena terlalu banyak makan, sakit, capek, dll.

  1. Postulat Keterbatasan Sebab Akibat

Tidak, semua sebab menimbulkan akibat. Sebab dapat membatasi akibat, demikian juga akibat dapat membatasi sebab. Belum tentu mengantuk disebabkan kurang istirahat, demikian juga sebaliknya.

  1. Postulat Variabilitas Gejala

Contohnya adalah pencampuran berbagai kadar pewarna dalam air putih; tingkah laku orang melihat kita tersenyum.

 

  1. D.     Postulat Pokok tentang Kemampuan Manusia

Postulat pokok tentang kemampuan manusia antara lain:
1. Postulat Reliabilitas Pengamatan :

Tidak selamanya pengamatan peneliti tetap, bahkan mungkin pada suatu saat salah dalam pengamatannya, kelelahan, keinginan tak terpenuhi, harapan tak terwujud atau motivasi yang rendah.
ang  perlu dilakukan adalah:
1) Pengamatan ulang

2) Menambah banyak kasus yang diamati
3) Membandingkan dengan hasil pengamatan orang lain
4) Menggunakan ukuran-ukuran yang mantap, terpercaya dan memadai
5) Menggunakan simbol-simbol
6) Berbuat obyektif
2.  Postulat Reliabilitas Ingatan :

Orang mudah mengingat hal-hal atau peristiwa-peristiwa yang mengesankan : apa yang disenangi, dikagumi, dibenci, mencemaskan, dan lain sebagainya. Yang perlu dilakukan adalah :
1. Dokumentasi
2. Penggunaan simbol
3. Postulat Reliabilitas Pemikiran

Seseorang tak luput dalam reasoning. Pemikiran seseorang dapat dipengaruhi keadaan, tempat, dan waktu. Kadang kita mengikuti logika, tapi kadang mengikuti perasaan (hati). Kita harus ingat bahwa yang benar itu logis tapi yang logis tak selamanya selalu benar.[8]

 

 

BAB III

PENUTUP

 

Kesimpulan

  1. A.    Motif-Motif Perkembangan Ilmu Pengetahuan
    1. Definisi Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.

  1. B.     Tugas-Tugas Ilmu Pengetahuan
    1. Menyandra (deskripsi)
    2. Menerangkan (Eksplanasi)
    3. Menyusun teori
    4. Ramalan (Prediksi)
    5. Pengendalian (Kontrol)
    6. C.    Postulat-Postulat Pokok Tentang Alam Semesta
      1. Postulat Jenis
      2. Postulat Keajegan
      3. Postulat Sebab Akibat
      4. 4.      Postulat Keterbatasan Sebab Akibat
      5. Postulat Variabilitas Gejala
      6. D.    Postulat Pokok tentang Kemampuan Manusia
        1. Postulat Reliabilitas Pengamatan
        2. Postulat Reliabilitas Ingatan
        3. Postulat Reliabilitas Pemikiran

 

M. Toyibi, Filsafat Ilmu dan Perkembangannya, (Surakarta: Muhammadiyah University Press, 1994), hal. 1

[1] Ilmu, (http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu), diakses tanggal 15 Februari 2012

[1] Burhanudin Salam , Pengantar Filsafat, (Jakarta : Bumi Aksara, 2009), hal. 24

 

 

 


[1] M. Toyibi, Filsafat Ilmu dan Perkembangannya, (Surakarta: Muhammadiyah University Press, 1994), hal. 1

[2] Ilmu, (http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu), diakses tanggal 15 Februari 2012

[3] Burhanudin Salam , Pengantar Filsafat, (Jakarta : Bumi Aksara, 2009), hal. 24

[4] Ibid.

[5] Amsal Bahtiar, Filsafat Ilmu, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2011), hal. 93.

[6] Yulia Dwi Indiarti, Research Method Metode Penelitian, (http://jul1a_indria.staff.ipb.ac.id/2011/02/26/metode-penelitian/) diakses tanggal 14 Februari 2012.

 

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: