KATAKURNIA:POS-THINK BEFORE POSTING


 

Yang paling tajam di dunia ini bukanlah pisau belati. Melainkan lisan, menurut Imam Al Ghazali.  Lisan atau lidah memang tak bertulang. Ia bebas meliuk-liuk sesuka hati kadang suka menyakiti bila si empunya tak bisa mengontrol diri. Lisan bisa membuat orang terpesona atau membuat orang murka. Dengan mahirnya ia berkata dusta tanpa memikirkan resiko setelahnya. Melalui lisan orang akan mendapatkan berkah atau malah dapat musibah.

Kita saksikan peristiwa di sekitar kita. Orang-orang saling membunuh karena lisan. Tidak terima orang lain berkata seenaknya, menghina harga diri, fitnah, ghibah dan sebagainya nyawalah yang jadi taruhannya. Sungguh ia adalah anggota tubuh paling berbahaya. Meskipun ia hanya mampu berkata-kata tanpa senjata namun luka yang ditimbulkannya amat luar biasa.

Kaitannya dengan kemajuan tekhnologi dewasa ini. Posisi lisan sudah digantikan dengan jari. Benar, jari! Hampir semua orang punya ponsel pintar, namun tidak semuanya pintar menggunakan ponsel. Bisa kita lihat dengan kemunculan fans dan hatter. Mereka adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dari media sosial (medsos). Terutama akun media sosial kepunyaan pesohor negeri seperti artis, politikus, dan sebagainya. Sebut saja instagram. Hampir setiap postingan selebritis di instagram selalu menarik perhatian. Banyak komentar yang muncul. Ada yang memuji dan tidak jarang mencaci maki.

Netizen dengan mudah memberikan komentar miring tanpa tedeng aling-aling. Asal punya nyali dan kuota, komentar-komentar pedas langsung melanglang buana. Tak peduli orang lain sakit dibuatnya. Asal mengikuti hawa nafsu, postingan yang ak disukai angsung diserbu. Persetan dengan dosa. Yang penting “ini instagram saya, terserah saya mau posting dan komentar apa”. Astagfirullah! Nauzubillahimindaliik. Jangan sampai kita terjerat tipu daya setan. Setan tak pernah jera menggoda kita dari segala sisinya.

Tak berbeda dengan komentar. Postingan pun penuh dengan rupa-rupa tipu daya. Akun ghibah, fitnah alias hoax, bahkan pornografi merajalela. Ada yang sengaja membuat meme yang berisi menebar kebencian dan fitnah. Ada yang membuat akun dengan postingan menyesatkan. Semuanya bertumpukan di dunia maya. Tinggal kita pintar atau tidak memilahnya.

Perhatikan pula postingan akun kita. Barangkali ada yang tersakiti karena apa yang kita tuliskan. Jangan asal judge orang lain buruk sehingga dengan mudahnya kita nyinyir dan menyindir orang lain. Memang boleh kita berpendapat dan berekspresi melalui akun pribadi tetapi harus bisa memilih mana postingan yang sekiranya bisa diterima. Ingat, jarimu harimaumu. Meskipun menurut kita postingan itu biasa-biasa saja namun menurut orang lain belum tentu sama. Dalam terjemahan kitab Ihya’ Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali bab Mengingat Kematian dan Peristiwa yang Terjadi Setelah itu disebutkan bahwa pada Yaumul Hisab segala amal dan perbuatan kita akan diperhitungkan dengan sangat rinci.

Orang yang meninggal dunia sebelum mengembalikan apa-apa yang diperolehnya melalui jalan kemaksiatan dan menganiaya orang lain, serta segala perbuatannya yang suka menyakiti sesama makhluk, kelak akan dipertanggungjawabkan di Yaumul Hisab. Ia akan dikerumuni oleh musuh-musuhnya di dunia yang kelak akan meminta pengadilan di hadapan Sang Maha Adil. Yang satu mengambil dengan tangannya. Yang satu memegang ubun-ubunnya. Yang ini berkata, “Engkau pernah menganiaya saya dulu!”. Yang itu berkata, “Engkau pernah mencaci maki aku!” Yang lain lagi berkata,”Engkau juga pernah menghinaku, meremehkanku, dan menganggap diriku tidak berarti.”

Betapa ngerinya peristiwa itu. Setiap orang mendapatkan balasan dari orang-orang yang sudah didzalimi. Tak terkecuali dzalim karena lisan. Bisa jadi postingan kita menyakiti saudara kita, bisa jadi komentar kita membuat orang lain menangis dan berputus asa. Duhai, jangan sampai kita melakukannya.

Maka, pos-think before posting. Positif thinking-lah terhadap orang lain, husnuzon, sebelum kita posting sesuatu di akun pribadi. Semoga kita semua bisa menjadi orang yang bijak menjaga lisan dan jemari. Agar terhindar dari dosa dan penyakit hati. Sebab segalanya akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti.

 

Batang, 17 Oktober 2017

Katakurnia

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s