TENGOKLAH KE DALAM JIWA


sendiri-dermaga-3b

Satu pertanyaan besar yang menggantung di kepalamu adalah; untuk apa kamu dilahirkan? Jika memang kehadiranmu diinginkan kamu tak mungkin disia-siakan. Tak akan ada air mata merebak dari sepasang mata. Tak akan ada kepedihan menjejal di dalam dada dan tak ada jurang kekecewaan yang kini memenjarakan kamu di dalamnya.

Ya, dalam jurang itu kamu berada. Terpuruk, asing, dan sendiri. Kamu merasa tak punya siapa-siapa padahal jelas-jelas keramaian itu nyata. Sungguh sepi yang paling menakutkan ialah sepi dalam keramaian. Ada ruang kosong di dalam hati namun kamu tak mengerti apa atau siapa yang mampu mengisi.

Kamu terus memanggul pertanyaan dan segala perasaan hingga saat ini. Tanpa kamu mengerti bahwa sejatinya kamu salah besar jika  hanya mengasihani diri sendiri. Merasa jadi korban keadaan. Merasa tak berguna bahkan sia-sia. Padahal kehidupan adalah nikmat luar biasa. Jika kamu merasa tak dicintai sesama manusia percayalah ada Maha Cinta yang mencintaimu senantiasa.

Dititipkannya waktu dalam ragamu adalah karunia terbesar dalam kehidupan. Jadi masalahnya bukan pada sesuatu di luar dirimu. Masalah itu justru berdiam di dalam dirimu. Tengoklah ke dalam hatimu mungkin ada luka yang belum disembuhkan? Barangkali bukan baru-baru ini tapi jauh bertahun-tahun lalu. Tengoklah, tengoklah ia—luka itu. Sembuhkanlah, berdamailah dengannya. Maafkan dirimu dan masa lalumu. Maka akan kamu temukan kedamaian jiwa untuk menyongsong hari berikutnya.

Batang, 2 April 2019

Sumber foto:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s